Quas molestias excepturi

Nonton TV Online

Yang mau nonton TV tidak perlu pindah situs, di sini sudah ada kok...

Quas molestias excepturi
Impedit quo minus id

Radio Streaming

Dengarkan radio favoritmu di sini

Impedit quo minus id
Voluptates repudiandae kon

Pendapatanan Online

Ayo daftar! Cuma klik iklan dibayar dan memang terbukti sejak 5 tahun berdiri

Voluptates repudiandae kon
Mauris euismod rhoncus tortor

Pengalaman beli domain di IDWEBHOST

Bagi yang cari referensi tentang domain dan hostingan, baca di sini...

Mauris euismod rhoncus tortor
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2012



Seperti yang diketahui, iPhone 5 dirakit Apple di pabrik Foxconn di China yang kabarnya memproduksi 57 juta iPhone per tahun. Sudah bukan rahasia lagi bahwa cukup banyak laporan tentang kondisi karyawan di sana yang memprihatinkan.
Seperti yang dipaparkan oleh reporter salah satu media terkemuka di China, Shanghai Evening Post, yang berhasil menyamar sebagai pekerja baru Foxconn di Taiyuan, China. Dia ditraining 7 hari dan sempat 3 hari bekerja merakit casing iPhone 5. Ia pun menulis pengalamannya di pabrik Foxconn.
“Aku menghubungi orang di bidang sumber daya manusia yang melakukan rekrutmen dan aku diberitahu aku bisa bekerja di Foxconn selama aku sehat dan punya identitas kependudukan,” tulisnya.
“Ketika sampai di gerbang pabrik Foxconn, aku didekati oleh sekuriti Foxconn yang meminta 100-200 yuan agar aku bisa diterima bekerja lebih cepat di Foxconn, namun aku mengacuhkannya.”
“Aku diminta mengisi daftar untuk menguji kondisi mentalku. Ada sekitar 30 pertanyaan mental untuk dijawab ya atau tidak. Setelah semuanya terjawab, aku dan pekerja lainnya pergi memakai bus ke pabrik Foxconn di Taiyuan.”
“Malam pertama tidur di asrama Foxconn adalah mimpi buruk. Seluruh asrama bau seperti sampah ketika aku berjalan. Seperti campuran bau sampah di malam hari dan bau keringat. Di depan setiap kamar ada sampah yang belum dibersihkan.”
“Ketika kubuka lemariku, banyak kecoa di dalamnya dan kasur yang didistribusikan pada setiap pekerja baru penuh kotoran.”
“Ketika seseorang bertanya tentang masalah bunuh diri di sini, para staf tidak menghindari topik itu namun tak mau berdiskusi banyak. Seseorang mengatakan bahwa lingkungan buruk ini pasti akan membuat angka bunuh diri bertambah,” paparnya panjang lebar.
Top Security Area
Sepertinya masa training yang berat telah membuat sang reporter sakit. Ia pun berobat ke satu-satunya dokter yang ada. Di situ, dia kena biaya pengobatan dan kemungkinan besar tak akan ditanggung perusahaan. Setelah itu, dia mulai bekerja di bagian produksi yang bertuliskan Top Security Area.
“Kami diberitahu jika ada yang masuk atau keluar dengan benda metalik seperti sabuk, anting, ponsel, pemutar MP 3, kamera, alarm akan berbunyi dan Anda langsung dipecat di tempat.”
“Salah satu teman di kamar memberitahuku bahwa temannya dipecat karena dia membawa kabel USB charging. Ketika aku lolos pemeriksaan dan masuk ke bagian produksi, aku mendengar bunyi keras mesin dan bau plastik yang sangat banyak.”
“Supervisor kami memperingatkan ketika kami sudah duduk, kami harus melakukan apa katanya. Dia menunjukkan plat belakang iPhone 5 dan mengatakan kamu harus merasa terhormat punya kesempatan untuk memproduksinya.”
Setelah duduk dan memegang perangkat tersebut, mereka ditugasi menutupi earphone jack dan port konektor di casing belakang iPhone 5 untuk melindunginya dari proses produksi berikutnya. Mereka bekerja malam hari. Jika tugas tidak beres sedikit saja, mereka akan dibentak-bentak.
“Plat belakang iPhone tiba di tempatku 3 detik sekali. Aku harus melakukan tugasku dalam 3 detik itu tanpa kesalahan. Setelah melakukannya beberapa jam aku merasa sakit di leher.”
Pada beberapa kesempatan, Ia menyaksikan seorang pekerja merasa lelah dan beristirahat sebentar. Namun supervisor menghukumnya dan menyuruhnya berdiri selama 10 menit, seperti hukuman untuk anak sekolah.
Bekerja Non-Stop
“Kami bekerja non-stop dari tengah malam sampai pagi jam enam, namun masih tetap diminta bekerja. Aku sangat lapar dan lelah. Menurut perhitunganku, aku harus menandai 5 iPhone setiap menit. Untuk tiap 10 jam, aku harus menyelesaikan 3.000 plat belakang iPhone 5.”
Dia akhirnya berhenti bekerja pada jam 7 pagi. Supervisor mengumpulkan mereka dan berkata karyawan harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan uang. Padahal, jatah uang lembur hanya USD 4 atau sekitar Rp 38 ribu per dua jam.
Adalah situs MicGadget yang menulis terjemahan dari tulisan sang reporter dari Bahasa China ke Bahasa Inggris. Meski mereka tak bisa memastikan apakah cerita itu sungguhan, mereka menilai para pekerja Foxconn pantas dihargai.
“Meskipun tidak ada garansi keaslian laporan ini, namun kami merasa semua fanboy Apple harus mengapresiasi kerja keras dari pekerja China, dimana mereka harus bekerja overtime dengan bayaran rendah, hanya untuk memenuhi jadwal peluncuran iPhone 5,” tulis MicGadget yang coba kami kutip dari DailyMail, Jumat (14/9/2012).
Diposting oleh Unknown

Rabu, 26 Desember 2012


Seakan tak pernah lelah saling menyerang, dua rival berat di industri mobile, Samsung dan Apple, kembali terlibat sengketa. 

Kali ini Samsung mengajukan gugatan terhadap Apple terkait fitur Notification Center di perangkatmobile buatan perusahaan berlambang buah apel tersebut.

Seperti dikutip oleh VR-Zone dari situs iNews24.com, tuduhan Samsung berkisar soal pelanggaran paten dan diajukan ke pengadilan di Korea Selatan yang merupakan negeri asal Samsung. 

Selain itu, belum banyak informasi lain yang diketahui soal tuntutan hukum ini. 

Notification Center sendiri adalah fitur pengingat hal-hal penting seperti e-mail masuk, SMS, atau cuaca dalam satu tampilan yang bisa diakses dengan menyapukan jari dari bagian atas layar perangkat iPhone ke arah bawah. 

Fitur ini kali pertama diterapkan oleh Apple dalam sistem operasi iOS 5.

Gugatan Samsung tersebut diperkirakan bisa berdampak lebih besar karena fungsi Notification Center merupakan fitur sistem operasi Android yang patennya diberikan pada Google November lalu.

Boleh jadi, Samsung sengaja menunggu sampai Google mendapatkan paten itu, baru kemudian menuntut Apple.


Sumber
Diposting oleh Unknown

Selasa, 25 Desember 2012

Acer Iconia B1-A71 (IBN Live)

Taipei - Acer tampaknya tak ingin melewatkan pasar tablet murah. Perusahaan asal Taiwan ini kabarnya akan merilis tablet yang harganya bersahabat di kantong, sekitar USD 99 atau Rp 1 jutaan. 

Baru-baru ini beredar bocoran GLBenchmark yang menguak spesifikasi Acer Iconia B1-A71. Ketika dirilis nanti, tablet ini akan bersaing dengan Asus yang kabarnya memiliki nama kode ME172V. 

Acer Iconia B1-A71 disebut-sebut telah disahkan oleh Federal Communications Commission. Diyakini, tablet dengan layar 7 inch tersebut akan menampakkan diri di ajang Consumer Electronics Show 2013 di Las Vegas, Amerika Serikat Januari mendatang.

Berdasarkan informasi GLBenchmark, Acer Iconia B1-A71 akan menggunakan Android Jelly Bean, mengusung layar dengan resolusi 1025 x 600 pixel dan dibekali kamera 1,3 megapixel.

Dari sisi dapur pacu, seperti dilansir IBN Live dan dikutip detikINET, Minggu (23/12/2012), prosesor dual-core 1,2GHz diklaim akan menjadi otaknya. Untuk memori internal, tersedia kapasitas 16GB. 

Selain itu, belum ada keterangan lebih mendetail mengenai spesifikasinya. Acer sendiri belum memberikan respons atau pernyataan resmi atas laporan ini.


Sumber
Diposting oleh Unknown
CEO Microsoft Steve Ballmer saat memperkenalkan Surface
Singapura - Pupus sudah harapan pecinta gadget yang menanti kehadiran tablet Surface di Indonesia. Microsoft mengatakan bahwa, perangkat tersebut tidak akan dijual secara resmi di Tanah Air.

Microsoft Surface memang salah salah satu tablet PC yang cukup menarik. Produk ini memadukan fungsi perangkat hiburan, namun tetap bisa menunjang produktivitas berkat sejumlah keunggulan di dalamnya. 

Namun yang paling menggiurkan adalah harganya, untuk yang versi 32 GB tanpa touch cover, Microsoft menjualnya di harga USD 499 atau Rp 4,7 juta (USD 1 = Rp 9.610). Lantas untuk versi yang sama, namun sudah dilengkapi dengan touch cover, akan dibanderol USD 599 atau Rp 5,7 juta.

Tapi sayang, tablet PC yang sudah lama dinanti di Tanah Air itu sudah bisa dipastikan tidak akan dijual di Indonesia secara resmi oleh Microsoft.

"Tidak, Surface tidak akan dijual di Indonesia. Sebagai gantinya kami akan tetap menyediakan tablet Windows 8 melalui rekanan kami di Indonesia," kata Marketing Director Microsoft Indonesia, Bernard Saisse.

Di Indonesia memang sudah ada beberapa produsen yang memamerkan tablet hybrid Windows 8, sebut saja Acer, Samsung, atau bahkan Sony yang masing-masing menawarkan keunikan. Tapi hampir dipastikan bahwa seluruh produk tersebut akan dijual lebih mahal dibanding Surface.

"Ya ini memang mengecewakan, tapi ini sudah menjadi keputusan perusahaan untuk hanya memasarkan Surface di beberapa wilayah," tandas Saisse saat berbincang dengan sejumlah wartawan di Orchard Parade Hotel, Singapura.


Ini dia video Microsoft Surface




( eno / tyo ) 

Sumber
Diposting oleh Unknown